Blog Detail

Membedakan Jenis Piston dari Cara Pembuatan

04 Apr 15
sahlengineering
, , ,
No Comments

Apa sajakah jenis – jenis piston dari cara pembuatan nya. Bagaimana cara pembuatan piston? Apa itu piston? Artikel ini akan sedikit mendeskripsikan pada Anda bagaimana membedakan jenis piston dari cara pembuatannya. Piston merupakan salah satu komponen penting. Bagian ini bertugas menciptakan proses kompresi dan isap di dalam ruang bakar. Jadi bisa dibilang piston merupakan sumbat geser yang dipasang di dalam sebuah silinder dengan fungsi menekan udara yang masuk dan menerikan tekanan hasil pembakaran di ruang bakar. Piston pada umumnya dibuat dari material tahan tekanan dan ringan misal seperti alumunium yang dicampur dengan bahan lain.

Jenis Piston dari Cara Pembuatan

Jenis Piston dari Cara Pembuatan

Di pasaran saat ini beredar beberapa jenis piston. Adapun berdasar cara pembuatannya dibedakan menjadi 2 yaitu piston casting dan piston forging. Apa beda keduanya? Berikut ulasan lebih lengkapnya:

  • Piston Casting

Piston casting merupakan piston yang dibuat dengan cara dicor. Bahan alumunium dipanaskan terlebih dulu pada suhu tinggi sampai cair. Lalu cairan alumunium tersebut dituang ke dalam cetakan atau moulding yang berbentuk piston. Setelah itu bahan masih harus melalui beberapa proses machinig dan treatment.

Pada proses pembuatan piston casting didapati cukup risiko. Risiko yang dimaksud yaitu bilamana terjadi gelembung udara dalam bahan yang digunakan. Bila memang didapati gelembung udara, maka harus dilakukan penyuntikan gas yang bertujuan mengeluarkan gelembung udara tersebut, sehingga tidak heran bila sering tejadi reject.

  • Piston Forging

Piston forging atau forged piston merupakan piston tempa. Piston jenis ini dibuat melalui proses tempa. Proses diawali dengan pemanasan logam hingga suhu tertentu lalu logam tersebut ditempa. Mungkin cukup mirip seperti proses pembuatan keris atau samurai.

Metode casting atau forging sebenarnya sama-sama menggunakan alumunium alloy. Adapun bedanya terdapat pada bentuk material dasarnya. Pada metode casting digunakan alumunium alloy batangan, sementara pada metode forging digunakan alumunium berbentuk silinder. Bila kedua jenis piston tersebut dibandingkan, maka keduanya memiliki ketahanan terhadap panas dan kemampuan melepas panas sama baiknya. Akan tetapi, dari segi perubahan struktur material ketika mesin bekerja misal sering digunakan pada putaran tinggi pada piston forging hanya didapati sedikit perubahan struktur. Perubahan tersebut didapati dari padat ke cair kemudian kembali ke padat lagi. Sehingga bila Anda mendapati kasus piston bolong akibat tidak tahan panas bisa jadi karena piston tersebut termasuk jenis piston casting. Sementara dari segi harga piston forging memang lebih mahal dibanding piston casting.

Adapun Sahl Engineering sebagai bengkel industri terbaik di Jababeka Cikarang Bekasi tahu benar tentang bagaimana membuat piston berkualitas baik. Lebih lanjut Sahl Engineering juga siap melayani

  • Design & Pembuatan Dies Jig & Fixture serta Fabrikasi
  • Service mesin-mesin Hidroulik yang meliputi Cylinder Houshing Piston
  • Machining & Manufacturing yang meliputi pembuatan shaft dan komponen untuk mesin Industri
  • Industrial Automation & Programming Logic Control (PLC)
  • Hard-chrome & Nickle-chrome Plating Service, Anodizing, dan Lining Process: Rubber, Polyurethan, dll.
Bagikan Info ini:

Leave a Reply